June 22, 2015

05

aku ingin menulis catatan panjang untukmu
catatan yang takkan pernah selesai kau baca
sampai kelak kau dewasa dan tua sepertiku
aku ingin menulis catatan panjang tentang kita

June 21, 2015

04

suatu hari, kita pernah bertukar kata
aku ceritakan kepadamu tentang sebuah kisah
lalu kau kisahkan kepadaku sebuah cerita
tentang matahari warna keemasan
tentang bulan yang bulat purnama
tentang harapan yang tersusun rapi
tentang cinta yang seringkali berakhir luka

kita pernah bertukar kata
di dingin subuh. di saat semua orang
lelap kembali.

June 20, 2015

03

dari kegelapan kami datang
menujumu yang berkilau dan terang
dari tak ada kami datang
menujumu, yang melimpah dan berkah

June 19, 2015

02

inilah hari saat batas tak lagi jelas
malam senantiasa terang, dan siang melulu benderang
kita berjalan menapaki hari-harinya
dengan rindu yang semakin berat
dengan cinta yang seringkali tak sampai

kita berjalan perlahan
seperti siput, seperti kura-kura
butuh ratusan tahun untuk sampai
tapi kita tak punya ratusan tahun
kita hanya punya kesabaran

June 18, 2015

01

lama tak menulis di sini. di ruang ini. padahal dulu, setiap bulan suci tiba, ruang ini selalu setia menemani. kali ini, tahun ini, ingin mencoba lagi menulis di sini. semoga yang maha rindu, memberikan usia yang panjang, agar bisa tetap menulis di sini.

ramadhan kali ini, ramadhan kedua, setelah Kania lahir. Kania sudah menjalani satu kali ramadhan, dan sekarang akan menjalani ramadhan yang keduanya. Iqbal, ramadhan kali ini mulai belajar sahur, meski tentu saja, berbukanya sesuai keinginan dia.

kami berbahagia menyambut bulan ini. meski tentu saja, hanya dengan penyambutan seadanya. marhaban ya ramadhan. kami selalu merindukanmu....

August 31, 2009

10

jalan-jalan inilah yang telah membawaku padamu
telah kulukis seluruh sakit di tubuhmu
lalu kuberi warna matahari
seperti dulu telah kau beri aku cahayanya

August 30, 2009

09

kami kembali bocah, kembali kanak
seperti juga waktu, senantiasa kembali pada satu
kami ingin menjelma bayi
di detik-detik paling hakiki
di hadapanmu, kekasih

August 29, 2009

08

segalanya telah menjelma sungai
alir yang setia mencari laut, menuju samudera
aku padamu adalah pejalan pada langkah
segala kesetiaan telah kutegakkan
kini aku berdiri sebagai pecinta
tegak memujamu, kekasih

August 28, 2009

07

seperti malam, seperti siang
seumpama langit, seumpama bumi
aku mencintaimu tanpa kata
tanpa bahasa

aku mencintaimu dengan semesta
yang kuhirup dalam nafasku

August 27, 2009

06

gerimis ini, kekasih
dia yang mengantarkanku menjauh darimu
seperti kisah cinta yang lain juga
aku lebih memilih gerimis
agar kelak kau bisa melihat pelangi
di antara senja dan warna jingga