10
tutuplah pintu
hujan telah membuat air jatuh ke teras
dan di antara kita tak usah lagi berkeras
menyatakan siapa yang lebih berduka
dan seberapa dalam ini luka
hujan yang semakin deras
dia lebih paham muasal kesedihan
sebelum kita membuatnya lebih rumit
10 ramadhan 1429 H
September 10, 2008
September 09, 2008
September 08, 2008
September 07, 2008
07
menjadi stasiun adalah memahami gelisah gerbong
gerbong. di derit dan lengking keberangkatan
selalu ada yang terselip dalam lambaian tangan
serupa ingatan tentang kesedihan
menjadi stasiun adalah membiarkan segenap udara
terbuka pada segala rasa, pada aroma yang tak biasa
seperti warna kotamu pada satu waktu;
subuh itu
07 ramadhan 1429 H
menjadi stasiun adalah memahami gelisah gerbong
gerbong. di derit dan lengking keberangkatan
selalu ada yang terselip dalam lambaian tangan
serupa ingatan tentang kesedihan
menjadi stasiun adalah membiarkan segenap udara
terbuka pada segala rasa, pada aroma yang tak biasa
seperti warna kotamu pada satu waktu;
subuh itu
07 ramadhan 1429 H
September 06, 2008
September 05, 2008
September 04, 2008
04
di linglung jam
aku mencoba menemukan lagi cuaca yang dulu
dulu ketika kamu belum menemukan aku
dan aku belum menemukanmu
nyatanya
aku hanya mendapati jejak hujan
yang menuntunku menemukan bekas sepatumu
di basah tanah dan hitam jalan
aku ingin kembali
tapi berbalik arah hanya akan menyesatkanku lagi
mempertegas jejak yang kamu tinggalkan
04 ramadhan 1429 H
di linglung jam
aku mencoba menemukan lagi cuaca yang dulu
dulu ketika kamu belum menemukan aku
dan aku belum menemukanmu
nyatanya
aku hanya mendapati jejak hujan
yang menuntunku menemukan bekas sepatumu
di basah tanah dan hitam jalan
aku ingin kembali
tapi berbalik arah hanya akan menyesatkanku lagi
mempertegas jejak yang kamu tinggalkan
04 ramadhan 1429 H
September 03, 2008
03
malam makin sungsang
aku mendengarkan iwan yang fals bernyanyi
menyanyikan lagu tentang sawah;
rumah yang sudah lama kita tinggalkan
hari ini tak ada koran
tapi amis darah itu masih tercium juga
sebab tak ada yang berani mematikan televisi
siapa yang datang di tengah malam, sayang?
tutup jendela, kunci pintu dan matikan lampu
aku tak ingin salak anjing itu masuk ke dalam mimpi
03 ramadhan 1429 H
malam makin sungsang
aku mendengarkan iwan yang fals bernyanyi
menyanyikan lagu tentang sawah;
rumah yang sudah lama kita tinggalkan
hari ini tak ada koran
tapi amis darah itu masih tercium juga
sebab tak ada yang berani mematikan televisi
siapa yang datang di tengah malam, sayang?
tutup jendela, kunci pintu dan matikan lampu
aku tak ingin salak anjing itu masuk ke dalam mimpi
03 ramadhan 1429 H
September 02, 2008
02
daratan hijau itukah yang nampak sempurna dari balik kaca?
daratan yang membawa kapalkapal berlabuh
menanam jangkar di kedalaman
angin mungkin juga cuaca masih yang itu itu juga
tapi kapal, dia bersilangan, datang dan pergi
dan setiap pelabuhan, dia terbuka bagi siapa saja
juga cahaya mercusuar, setia menjadi alamat
bagi setiap kedatangan
aku di sini, menatap laut lepas
merasakan, betapa dirimu kian jauh melesat
mengemas segalanya dengan cepat
02 ramadhan 1429 H
daratan hijau itukah yang nampak sempurna dari balik kaca?
daratan yang membawa kapalkapal berlabuh
menanam jangkar di kedalaman
angin mungkin juga cuaca masih yang itu itu juga
tapi kapal, dia bersilangan, datang dan pergi
dan setiap pelabuhan, dia terbuka bagi siapa saja
juga cahaya mercusuar, setia menjadi alamat
bagi setiap kedatangan
aku di sini, menatap laut lepas
merasakan, betapa dirimu kian jauh melesat
mengemas segalanya dengan cepat
02 ramadhan 1429 H
September 01, 2008
01
aku terlempar ke luar jalan
tersesat di hitam aspal yang tak kukenal
sedang subuh selalu berhasil mengirim dingin
sampai ke tulang sumsum
aku berharap suaramu tidak menjelma lindu
menghanyutkan semua yang kumiliki
hingga tak lagi tersisa
pun juga kenangan
di jalan ini
aku menukar suaramu dengan dingin
01 ramadhan 1429 H
aku terlempar ke luar jalan
tersesat di hitam aspal yang tak kukenal
sedang subuh selalu berhasil mengirim dingin
sampai ke tulang sumsum
aku berharap suaramu tidak menjelma lindu
menghanyutkan semua yang kumiliki
hingga tak lagi tersisa
pun juga kenangan
di jalan ini
aku menukar suaramu dengan dingin
01 ramadhan 1429 H
Subscribe to:
Posts (Atom)