19
aku mencium hutan hujan tropis di tubuhmu
tapi katakata telah mengalir ke laut lepas
meninggalkan beku dan kesumat yang merajam
kau dan katakata seperti bersepakat
melempar aku dengan batubatu bisu
19 Ramadhan 1427 H
October 12, 2006
October 11, 2006
18
salam bagi maut yang sebentar lagi menjemput
kita memang tak bisa menebak warna usia
hijau terkadang jatuh lebih dulu di atas merah batu
meninggalkan bau kematian yang sengit
tak ada warna yang bisa aku pilihkan untukmu
namun harapan lebih agung dari muara segala doa
maka kupilihkan saja sejumput ilalang
bagi nasib kita yang serupa belantara
18 Ramadhan 1427 H
salam bagi maut yang sebentar lagi menjemput
kita memang tak bisa menebak warna usia
hijau terkadang jatuh lebih dulu di atas merah batu
meninggalkan bau kematian yang sengit
tak ada warna yang bisa aku pilihkan untukmu
namun harapan lebih agung dari muara segala doa
maka kupilihkan saja sejumput ilalang
bagi nasib kita yang serupa belantara
18 Ramadhan 1427 H
October 10, 2006
17
hari ini saya melihat sebuah ancaman
melihat semua itu, saya tak yakin ada sebuah kata keikhlasan
kengerian dibuat untuk menerapkan hukum tertentu
ah, sebuah kengerian yang menurut saya tak perlu
sebuah pertunjukan Robohnya Surau Kami adaptasi dari cerpen AA. Navis yang dimainkan oleh teman-teman dari Pemanis STSI Bandung kurang begitu mengena di adegan awalnya. penggarapan yang menurut saya seperti dibuat tidak serius dan main-main membuat jalan cerita yang sesungguhnya malah hampir tidak tersampaikan. penonton dibuat tertawa terlebih dahulu dengan gerakan-gerakan dan ucapan-ucapan gaya longser. mungkin niatnya memang baik, menggiring penonton untuk menikmati pertunjukan dengan santai tapi serius. namun sayang, apa yang diharapkan sepertinya malah tidak didapat. penonton, terutama yang sudah pernah membaca cerpennya AA. Navis seperti diajak dulu berputar-putar tanpa tujuan untuk bisa sampai pada isi dari pertunjukan. tapi lepas dari itu semua, bentuk visual dari petunjukan ini sangat menarik. bagaimana pemain ditempatkan juga menjadi bagian dari setting pertunjukan.
17 Ramadhan 1427 H
hari ini saya melihat sebuah ancaman
melihat semua itu, saya tak yakin ada sebuah kata keikhlasan
kengerian dibuat untuk menerapkan hukum tertentu
ah, sebuah kengerian yang menurut saya tak perlu
sebuah pertunjukan Robohnya Surau Kami adaptasi dari cerpen AA. Navis yang dimainkan oleh teman-teman dari Pemanis STSI Bandung kurang begitu mengena di adegan awalnya. penggarapan yang menurut saya seperti dibuat tidak serius dan main-main membuat jalan cerita yang sesungguhnya malah hampir tidak tersampaikan. penonton dibuat tertawa terlebih dahulu dengan gerakan-gerakan dan ucapan-ucapan gaya longser. mungkin niatnya memang baik, menggiring penonton untuk menikmati pertunjukan dengan santai tapi serius. namun sayang, apa yang diharapkan sepertinya malah tidak didapat. penonton, terutama yang sudah pernah membaca cerpennya AA. Navis seperti diajak dulu berputar-putar tanpa tujuan untuk bisa sampai pada isi dari pertunjukan. tapi lepas dari itu semua, bentuk visual dari petunjukan ini sangat menarik. bagaimana pemain ditempatkan juga menjadi bagian dari setting pertunjukan.
17 Ramadhan 1427 H
October 09, 2006
October 08, 2006
15
hari ini seorang teman berulang tahun, tapi aku tak bisa memberinya apa-apa selain untaian kalimat ini:
sesuatu itu bernama waktu
dia yang setia mengasah ketajamannya
mencari celah biar bisa menikam dari belakang
sampai remuk seluruh tubuh
sesuatu itu bernama waktu
dia yang akan selalu bicara
tentang malammalam sunyi milik kita.
selamat berulang tahun untuk Idaman Andarmosoko.
15 Ramadhan 1427
hari ini seorang teman berulang tahun, tapi aku tak bisa memberinya apa-apa selain untaian kalimat ini:
sesuatu itu bernama waktu
dia yang setia mengasah ketajamannya
mencari celah biar bisa menikam dari belakang
sampai remuk seluruh tubuh
sesuatu itu bernama waktu
dia yang akan selalu bicara
tentang malammalam sunyi milik kita.
selamat berulang tahun untuk Idaman Andarmosoko.
15 Ramadhan 1427
October 07, 2006
14
sabtu sunyi
di balik sayapnya aku sembunyi
menyembunyikan gelisah yang tak lagi bisa tumpah
sebab kata hanya barisan hurufhuruf belaka
sebagai kata, seharusnya dia ada
sekadar menjelaskan sebuah makna
entah itu benci atau mungkin kesumat yang laknat
aku sembunyi di sabtu sunyi
mencoba memaknai hari tanpa basabasi
14 Ramadhan 1427
sabtu sunyi
di balik sayapnya aku sembunyi
menyembunyikan gelisah yang tak lagi bisa tumpah
sebab kata hanya barisan hurufhuruf belaka
sebagai kata, seharusnya dia ada
sekadar menjelaskan sebuah makna
entah itu benci atau mungkin kesumat yang laknat
aku sembunyi di sabtu sunyi
mencoba memaknai hari tanpa basabasi
14 Ramadhan 1427
October 06, 2006
October 05, 2006
12
saya seperti sedang diseret pada sebuah tiang gantungan. perasaan ini seringkali datang kepada saya disaat saya dihadapkan pada persoalan rumit dan tak mudah diselesaikan. hari ini pun begitu juga. sepulang saya dari Jogja, saya kembali dihadapkan pada sebuah permasalahan. buletin edisi ketiga yang tempo hari saya ceritakan ternyata mendapat respon yang sangat "hangat" dari senior-senior saya di kampus. mereka menangkap adanya semacam niatan untuk memecah belah mahasiswa, katanya. lantas kami akan dikumpulkan sore nanti.
selain itu, saya juga punya masalah lain tentu saja. tapi seringkali masalah lain itu menjadi terabaikan dan saya simpan sendirian saja karena saya merasa, cukup saya yang selesaikan persoalan ini sendirian. ya, saya toh tak perlu libatkan banyak orang hanya untuk mengurus persoalan hati dan tetek bengek lainnya.
haha... hari ini adalah hari yang paling menyedihkan bagi saya. tapi saya lagi-lagi harus bisa tetap tertawa. hahaa...
12 Ramadhan 1427 H
saya seperti sedang diseret pada sebuah tiang gantungan. perasaan ini seringkali datang kepada saya disaat saya dihadapkan pada persoalan rumit dan tak mudah diselesaikan. hari ini pun begitu juga. sepulang saya dari Jogja, saya kembali dihadapkan pada sebuah permasalahan. buletin edisi ketiga yang tempo hari saya ceritakan ternyata mendapat respon yang sangat "hangat" dari senior-senior saya di kampus. mereka menangkap adanya semacam niatan untuk memecah belah mahasiswa, katanya. lantas kami akan dikumpulkan sore nanti.
selain itu, saya juga punya masalah lain tentu saja. tapi seringkali masalah lain itu menjadi terabaikan dan saya simpan sendirian saja karena saya merasa, cukup saya yang selesaikan persoalan ini sendirian. ya, saya toh tak perlu libatkan banyak orang hanya untuk mengurus persoalan hati dan tetek bengek lainnya.
haha... hari ini adalah hari yang paling menyedihkan bagi saya. tapi saya lagi-lagi harus bisa tetap tertawa. hahaa...
12 Ramadhan 1427 H
October 04, 2006
October 03, 2006
10
: untukmu
kita mengulangnya kembali subuh ini
sebuah percakapan tanpa bahasa
tanpa logika
entah ke mana larinya kesadaran
kita menjadi dungu oleh sesuatu bernama hasrat
ruang dalam diri kita menjadi medan magnet
saling menarik. saling menghancurkan
tubuhku remuk dan rangsak
tubuhmu retak sudah
di penghujung riuh
aku disadarkan pada sebuah kenyataan
ini hanya mimpi buruk dari kenyataan paling buruk
10 Ramadhan 1427 H
: untukmu
kita mengulangnya kembali subuh ini
sebuah percakapan tanpa bahasa
tanpa logika
entah ke mana larinya kesadaran
kita menjadi dungu oleh sesuatu bernama hasrat
ruang dalam diri kita menjadi medan magnet
saling menarik. saling menghancurkan
tubuhku remuk dan rangsak
tubuhmu retak sudah
di penghujung riuh
aku disadarkan pada sebuah kenyataan
ini hanya mimpi buruk dari kenyataan paling buruk
10 Ramadhan 1427 H
Subscribe to:
Posts (Atom)