24
musim berganti
hujan itu pun tumbuh juga di matamu
BumiAllah, 07 november 2004
November 07, 2004
November 06, 2004
November 05, 2004
November 03, 2004
November 02, 2004
19
terima kasih atas jeda panjang yang kau bangun
diantara kalimatkalimat tanpa titik. menyempurnakan
harapan tak berawal. mungkin kita tak perlu lagi
kata untuk saling membunuh. sebab tajam matamu
telah menjelma belati, menikam jantungku bertubitubi
ini untuk mentari yang terbit di timur batinmu
kukecup kesendirian dari bibirmu yang setia
melantunkan luka. kuakrabi sunyi dalam setiap inci
tubuhmu. aku menggaligali sepi dari kedalaman jiwamu
pertemuan kita adalah jabat paling erat
perjamuan duka yang semakin merah
menuntaskan tanya tanpa sebab
ini untukmu,
lakilaki sakit yang kucintai.
BumiAllah, 02 november 2004.
terima kasih atas jeda panjang yang kau bangun
diantara kalimatkalimat tanpa titik. menyempurnakan
harapan tak berawal. mungkin kita tak perlu lagi
kata untuk saling membunuh. sebab tajam matamu
telah menjelma belati, menikam jantungku bertubitubi
ini untuk mentari yang terbit di timur batinmu
kukecup kesendirian dari bibirmu yang setia
melantunkan luka. kuakrabi sunyi dalam setiap inci
tubuhmu. aku menggaligali sepi dari kedalaman jiwamu
pertemuan kita adalah jabat paling erat
perjamuan duka yang semakin merah
menuntaskan tanya tanpa sebab
ini untukmu,
lakilaki sakit yang kucintai.
BumiAllah, 02 november 2004.
November 01, 2004
18
dua tahun telah lewat
kalender bergerak lebih cepat
hari ini mungkin daur ulang hari kemarin,
ada banyak peristiwa berlalu
bersama tuanya waktu
demikian dengan kau dan aku
kita pernah bertukar kata
menyimpannya dalam lubuk paling ceruk
membiarkannya tumbuh menjadi tunastunas rindu
memekarkan kuntumkuntum cinta
meski tak sempat kita petik
tapi itu dulu
dua tahun yang lalu
sebab nyatanya kita tak pernah nyata
akhirnya hanya jabat erat
terlahir menuntaskan segala duka
dua tahun telah lewat
setelah kutemukan kata itu membusuk
bersama impian dan harapan.
BumiAllah, 01 november 2004
dua tahun telah lewat
kalender bergerak lebih cepat
hari ini mungkin daur ulang hari kemarin,
ada banyak peristiwa berlalu
bersama tuanya waktu
demikian dengan kau dan aku
kita pernah bertukar kata
menyimpannya dalam lubuk paling ceruk
membiarkannya tumbuh menjadi tunastunas rindu
memekarkan kuntumkuntum cinta
meski tak sempat kita petik
tapi itu dulu
dua tahun yang lalu
sebab nyatanya kita tak pernah nyata
akhirnya hanya jabat erat
terlahir menuntaskan segala duka
dua tahun telah lewat
setelah kutemukan kata itu membusuk
bersama impian dan harapan.
BumiAllah, 01 november 2004
October 31, 2004
17
tibatiba kau tawarkan kepadaku
kematian dengan ribuan kata
sebab tak ada yang lebih menyakitkan
selain kata sakit itu sendiri, ucapmu.
mati bersama dengan kata adalah
membiarkan seluruh frasa abadi
dalam setiap langkah.
leburkan segala prasangka
ini saatnya berpagut, menjadi mayat
menyebrangi lautan duka
mencapai kebahagiaan tanpa nyeri
tibatiba kau tawarkan kematian
paling menyenangkan.
BumiAllah, 31 oktober 2004
tibatiba kau tawarkan kepadaku
kematian dengan ribuan kata
sebab tak ada yang lebih menyakitkan
selain kata sakit itu sendiri, ucapmu.
mati bersama dengan kata adalah
membiarkan seluruh frasa abadi
dalam setiap langkah.
leburkan segala prasangka
ini saatnya berpagut, menjadi mayat
menyebrangi lautan duka
mencapai kebahagiaan tanpa nyeri
tibatiba kau tawarkan kematian
paling menyenangkan.
BumiAllah, 31 oktober 2004
October 30, 2004
16
rumah ini berkabut lagi
setelah sekian lama tak pernah ada asap
rokokmu kembali membakar dadaku
membangkitkan kenangan demi kenangan
mengembalikan ingatan yang telah karam
membunuh satu demi satu rindu
kelak, malam ini pun akan tenggelam juga
membeku dalam pikiran
membatu dan sebagian jadi abu
tapi kenapa detikdetik yang lewat ini
terasa begitu menyakitkan?
menyisakan belati bersama warnah merah.
kenapa?
BumiAllah, 30 oktober 2004
rumah ini berkabut lagi
setelah sekian lama tak pernah ada asap
rokokmu kembali membakar dadaku
membangkitkan kenangan demi kenangan
mengembalikan ingatan yang telah karam
membunuh satu demi satu rindu
kelak, malam ini pun akan tenggelam juga
membeku dalam pikiran
membatu dan sebagian jadi abu
tapi kenapa detikdetik yang lewat ini
terasa begitu menyakitkan?
menyisakan belati bersama warnah merah.
kenapa?
BumiAllah, 30 oktober 2004
October 29, 2004
15
geus mangpirangpirang usum kaliwatan
panon poe nanceb di mumunggang gunung
seja balik, nganteurkeun peuting
jeung sepi jempling
didieu kuring reureuh
sanggeus lumampah ngitung kasalah
ngalengkah ngijir kanyeuri
dina lima belas wanci anu rineh
bulan nu cahyana murub mubyar
poe nu kasaktian nana tanpa wates
kuring eureun didieu
rek muka lawang peteng
nu geus mangpirang alam kakonci
kuring didieu, moal ngelehan
di satengahing jalan.
BumiAllah, 29 oktober 2004
geus mangpirangpirang usum kaliwatan
panon poe nanceb di mumunggang gunung
seja balik, nganteurkeun peuting
jeung sepi jempling
didieu kuring reureuh
sanggeus lumampah ngitung kasalah
ngalengkah ngijir kanyeuri
dina lima belas wanci anu rineh
bulan nu cahyana murub mubyar
poe nu kasaktian nana tanpa wates
kuring eureun didieu
rek muka lawang peteng
nu geus mangpirang alam kakonci
kuring didieu, moal ngelehan
di satengahing jalan.
BumiAllah, 29 oktober 2004
Subscribe to:
Posts (Atom)