October 18, 2004

04

embun menembus sajadah merah
melikatkan airmata
ada doa yang tak sempat terucap
terselip diantara jemari kesedihan

gelap yang tak lagi pekat
membangun rakaatrakaat pendek
menggenapkan kembali sujud demi sujud

di penghujung salam,
senyummu berkelebat
melebatkan ingatan atas masa lalu

rindu,
baunya menajam seusai subuh.

BumiAllah, 18 oktober 2004

October 17, 2004

03

lelahku tak juga sirna
sedang perjalanan baru berawal

ramadhan,
setinggi itukah puncakmu?
atau kaki ini yang tak sekuat dulu?

BumiAllah, 17 oktober 2004

October 16, 2004

02

aku terhempas dalam lorong bernama rindu
inikah nestapa yang paling luka?
ketika rindu mulai tak menentu
dan katakata tak mampu membuatnya nyata.

October 15, 2004

01

tuhan,
ini kali aku gagal lagi
tersesat diantara ribuan hurufhurufmu
membuatku menjadi manusia paling dungu.

tuhan,
ini kali aku gagal lagi
menuntaskan kemenangan di penghujung senja.

BumiAllah, 15 oktober 2004

December 14, 2003

seribu bulan

aku datang sebagai pendosa
di tepian ramadhanmu
tertatihtatih kumasuki pintunya
dengan memikul kesalahan
sebelas bulan yang telah lewat

teramat panjang gerbong
yang membawa catatan hitamku
sedang rel usia hanya kelokan
tak seberapa hingga stasiun
demi stasiun kudatangi dengan
cucuran airmata, keringat, darah
dan nanah

inilah aku!
bersujud di malammalam pusaka
menyerahkan hidup sebagai pendosa
yang alpa.

BumiAllah, 19 november 2003

November 19, 2003

kirimkan padaku cahaya

gelapku genap
pengap menyempurnakan hitungan
waktu memenjarakan satusatu rindu pada wajahmu
sunyi telah merampas semuanya
tak ada lagi denting
tak ada lagi nyanyi
tak ada lagi tik tak jam
semua beku, menjadi batu hitam yang meraja
malam sepanjang masa

padamu yang berdiam ditepian fajar
kirimkan padaku cahaya!

BumiAllah, 15 November 2003

November 11, 2003

10 ramadhan

disini
kuawali langkah setelah sekian dosa
mengisi lembarlembar hari

maaf ramadhan
aku telat menyambutmu datang
terlalu hiruk jiwaku oleh amarah
terlalu dalam dendamku pada waktu

kini kusambut engkau
dengan niat membasuh hati
agar tak ada lagi nista yang meraja
agar ampunan kuperoleh di akhir
perjalanan ini

kusambut engkau dengan bismillah!

BumiAllah, 10 ramadhan 1424 H

November 09, 2003

2
masih juga kau bertanya tentang jalan yang berliku
juga terjal, tempat seluruh kaki tertatihtatih serupa
iringiringan semut di kaki bukit

pertanyaanmu membentur dinding jiwaku yang ragu
lantas tibatiba kau berlari menjauh, mencari muasal
matahari dari kitab mataair yang mengalir
menuju senja

ini jalan sama
yang pernah dilewati musa, ibrahim lantas muhammad
ini jalan sama
yang disusuri sahabat dari yatsrib
yang dijejaki abu dzar, salman, abdurahman bin auf
ini jalan sama
saat setiap liku adalah doa dan setiap terjal adalah
penghapusan dosa

kau pun bertanya tentang arti luka yang tertoreh
pada setiap lintasan.

BumiAllah, 28 oktober 2003

October 27, 2003

larik ramadhan

1.

tuhan, kenapa kau kirim ramadhan padaku?
seribu bulan pada ramadhanmu mampukah membasuh
seluruh dosaku? sedang sebelas bulan telah kulewati
dengan pengkhianatan pada namamu, pada cintamu
sebelas bulan telah kulewati dengan keangkuhan semu

tuhan, layakkah aku atas ramadhanmu?
sedang ribuan ulat tengah memakan daundaun
dari jiwaku yang lapuk, dan tasbihku hilang ditelan jerit
resah sesuatu yang memaksa hendak dipecahkan
dalam tempurung kepala

tuhan, aku tak sanggup lagi berjanji
ramadhan ini akan kutemukan cahayamu ditebing sana.

BumiAllah, 27 oktober 2003